Dakwah Diaspora: Buku Kerjasama Prodi MD dan FORMMIT Taiwan Timur Soroti Dinamika Muslim Indonesia di Ruang Transnasional
YOGYAKARTA - Di tengah meningkatnya mobilitas global dan dinamika kehidupan masyarakat lintas negara, hadir sebuah buku terbaru berjudul “Dakwah Transnasional dan Muslim Diaspora: Merawat Iman dalam Kewargaan Global” yang mengulas secara mendalam pengalaman, tantangan, dan praktik keberagamaan Muslim diaspora Indonesia di ruang global. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Samudra Biru dan menjadi kontribusi penting dalam pengembangan studi dakwah, diaspora Muslim, serta kewargaan global dalam konteks masyarakat transnasional.
Buku ini merupakan manifestasi dari kerja sama akademik antara Program Studi Manajemen Dakwah (MD) FDK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan (FORMMIT) Wilayah Timur yang meliputi kawasan Hualien dan Yilan. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat jejaring intelektual dan pengembangan kajian Islam Indonesia di tingkat internasional.
Salah satu dosen Program Studi Manajemen Dakwah yang terlibat dalam penyusunan buku ini adalah Bayu Mitra A. Kusuma, S.AP., M.AP., M.Pol.Sc., Ph.D., dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Manajemen Dakwah, yang bertindak sebagai penulis sekaligus editor buku. Selain itu, Munif Solihan, S.Sos.I., MPA., selaku Ketua Program Studi Manajemen Dakwah, turut memberikan kontribusi melalui penulisan epilog yang merefleksikan tantangan dan peluang dakwah Islam dalam masyarakat global kontemporer.
Kontribusi diaspora dalam buku ini juga diperkuat oleh keterlibatan Shofi’unnafi, S.Sos.I., M.M., dosen Program Studi Manajemen Dakwah yang saat ini sedang menempuh studi Ph.D. di National Dong Hwa University (NDHU) Taiwan, khususnya dalam penulisan prolog. Selain aktif dalam dunia akademik, ia juga menjabat sebagai Gubernur FORMMIT Timur periode 2025–2026 dan menjadi salah satu penggerak utama kolaborasi akademik ini.
Buku ini memotret bagaimana Muslim diaspora Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga identitas keislaman, praktik dakwah, serta kehidupan sosial di tengah realitas kewargaan global yang multikultural. Dakwah tidak lagi dipahami hanya dalam konteks lokal dan nasional, tetapi berkembang menjadi praktik transnasional yang berinteraksi dengan isu migrasi, pendidikan, budaya, teknologi, hingga identitas global Muslim kontemporer.
Melalui pendekatan akademik yang kritis dan kontekstual, buku ini menjelaskan bagaimana komunitas Muslim diaspora membangun ruang keberagamaan yang adaptif sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai Islam di tengah perubahan sosial global yang cepat. Kajian ini sekaligus menunjukkan bahwa diaspora Muslim Indonesia memiliki kontribusi penting dalam membangun wajah Islam moderat dan inklusif di tingkat internasional.
Tema yang diangkat dalam buku ini relevan dengan perkembangan studi dakwah global dan diaspora Muslim yang dalam beberapa tahun terakhir semakin mendapat perhatian luas. Kehadiran buku ini juga memperkaya diskursus akademik mengenai hubungan antara dakwah, identitas, migrasi, dan kewargaan global dalam konteks masyarakat modern yang semakin terkoneksi lintas negara.
Selain melibatkan sivitas akademika Program Studi Manajemen Dakwah, buku ini juga menghadirkan kontribusi dari sejumlah akademisi dan penulis dari berbagai perguruan tinggi lainnya. Kolaborasi lintas institusi tersebut menjadikan buku ini kaya perspektif dan memperkuat posisi kajian dakwah transnasional sebagai salah satu isu penting dalam studi Islam kontemporer.
Kehadiran buku “Dakwah Transnasional dan Muslim Diaspora: Merawat Iman dalam Kewargaan Global” diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, maupun pemerhati isu dakwah dan diaspora Muslim. Selain memberikan refleksi atas pengalaman Muslim Indonesia di luar negeri, buku ini juga menawarkan perspektif baru mengenai peran dakwah Islam Indonesia dalam masyarakat global yang terus berubah.
Informasi lengkap mengenai buku dapat diakses melalui laman resmi berikut:
“Dakwah Transnasional dan Muslim Diaspora: Merawat Iman dalam Kewargaan Global”