Dosen INTI IUC Malaysia Memberikan Kuliah Online di MD

Dosen Centre for Liberal Arts and Language INTI International University and College Malaysia Dr (cand). Fang Yi Xue, M.Sc memberikan kuliah tamu secara online atau daring di Prodi Manajemen Dakwah UIN Sunan Kalijaga pada tanggal 6 April 2020 pukul 13:00-15:00 WIB. Agenda tersebut merupakan rangkaian dari mata kuliah Perilaku Organisasi yang diampu oleh Bayu Mitra A. Kusuma, M.AP, M.Pol.Sc. Agenda dengan tema Human Behavior on Social Distancing during Covid-19 in Malaysia tersebut delakukan dengan memanfaatkan media youtube dan grup whatsapp.

Agenda tersebut diinisiasi oleh pengampu untuk mengedukasi masyarakat khususnya mahasiswa agar bersikap lebih bijak dalam situasi pandemi dengan belajar dari negara tetangga yang sudah terlebih dahulu terpapar. Dalam presentasinya, akademisi perempuan yang pernah mengenyam serangkaian pendidikan tinggi di Universiti Putra Malaysia itu menganalisis perilaku manusia dengan tiga pendekatan yaitu fungsionalis, konflik, dan interaksi simbolik.

Dari perspektif fungsionalis, aspek disfungsional penyebaran Covid-19 telah membahayakan keseimbangan sosial, ekonomi dan politik di Malaysia. Warga Malaysia didesak untuk tinggal di rumah dan mempraktikkan jarak sosial, tidak ada izin bepergian, dan tidak ada yang bisa bekerja selain mereka yang berada di layanan penting (essential service). Padahal manusia pada hakikatnya adalah gregarine dan komunal, oleh karenanya sulit untuk memberlakukan aturan social distancing total pada manusia. Namun di sisi lain penyebaran covid-19 juga bersifat fungsional karena memberikan waktu kepada alam dan lingkungan untuk merestorasi diri menjadi lebih sehat.

Jika perspektif fungsionalis memandang masyarakat sebagai kelompok yang bekerja bersama. Sebaliknya, perspektif konflik memandang masyarakat sebagai kelompok dan kepentingan yang bersaing untuk mendapatkan kekuasaan dan sumber daya. Misalnya bentrokan peradaban kontemporer (clash of civilization) serta bentrokan agama dan tradisi versus sains. Terkait kondisi di Malaysia saat ini, episentrum penyebaran Covid-19 tidak dapat dipisahkan dari aktivitas Jamaah Tabligh yang diketahui menjadi tempat berkumpulnya manusia secara lintas negara.

Adapun perspektif interaksi simbolik, mencerminkan perspektif mikro-sosiologis dan menekankan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh definisi dan makna yang dibuat serta dipertahankan melalui interaksi dengan orang lain. Di Malaysia, menjelang lockdown warga melakukan panic buying ke supermarket untuk menimbun bahan makanan termasuk kelengkapan lain seperti tisu yang justru kontra produktif dengan kebijakan social distancing dari pemerintah. Materi kuliah tersebut dapat diakses melalui https://youtube.com/watch?v=iHEegw0divk.

Editor: Shofi’unnafi, M.M.