Mengenal Dosen MD UIN Suka dalam Kepengurusan PAMDI Pusat

Adanya asosiasi profesi atau asosiasi keilmuan yang kuat merupakan sebuah keniscayaan untuk eksis di dunia pendidikan yang semakin mengglobal. Untuk itulah pada tahun 2018 dibentuk Perkumpulan Ahli Manajemen Dakwah Indonesia (PAMDI) yang menaungi Prodi Manajemen Dakwah di seluruh wilayah Indonesia. PAMDI merupakan transformasi dari Asosiasi Prodi Manajemen Dakwah Indonesia (ASPROMDI) baik secara nomenklatur maupun legalitas. Kini jumlah keanggotaan PAMDI semakin meningkat, baik secara organisasional maupun individual.

Demi eksistensi asosiasi, maka disusunlah kepengurusan PAMDI mulai dari tingkat pusat sampai dengan tingkat regional atau daerah. Dalam kepengurusan PAMDI di tingkat pusat tersebut, beberapa figur dari MD UIN Sunan Kalijaga dipercaya untuk mengisi beberapa posisi, bahkan di antaranya tergolong strategis. Pertama, Dr. Andy Dermawan yang menempati posisi sebagai anggota Dewan Pembina. Ditunjuknya Pak Andy di posisi tersebut tak terlepas dari jam terbangnya yang tinggi. Salah satunya adalah pernah menjadi Dosen Psikologi Politik di International Islamic University of Malaysia atau IIUM.

Kedua, Bayu Mitra A. Kusuma, M.AP, M.Pol.Sc yang dipercaya sebagai Sekretaris II. Akademisi muda yang satu ini dikenal progresif. Jam terbang mengajar dan risetnya cukup tinggi di berbagai kampus baik pada level nasional maupun internasional. Sebelum bergabung ke MD UIN Sunan Kalijaga, Pak Bayu pernah menjadi Dosen di Burapha University International College Thailand. Saat ini Pak Bayu juga tercatat sebagai anggota Asosiasi Ilmuwan Manajemen Indonesia (AIMI).

Ketiga, Drs. M. Rosyid Ridla, M.Si yang menempati posisi sebagai Ketua Departemen Kurikulum dan Pembelajaran. Di lingkup Manajemen Dakwah, kepiawaian Pak Rosyid dalam hal kurikulum memang sudah tidak diragukan lagi. Kaprodi yang membawa MD UIN Sunan Kalijaga meraih akreditasi A untuk kedua kalinya ini kerap menjadi narasumber di beberapa kampus dalam penyusunan kurikulum Manajemen Dakwah, terutama di regional Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Keempat, Dra. Nurmahni, M.Ag sebagai Koordinator Pembina Akreditasi. Bu Mahni memiliki pengalaman panjang dalam hal akreditasi karena pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Kelima, Aris Risdiana, MM sebagai anggota Bidang Pengembangan Laboratorium. Pak Aris ditunjuk dalam bidang ini karena memiliki pengalaman bukan hanya sebagai akademisi, namun juga praktisi melalui lembaga yang dibentuknya. Terakhir, Munif Solikhan, M.PA yang menjadi anggota Bidang Penerbitan Buku. Pengalaman Pak Munif sebagai peneliti di pusat studi pada lingkungan FDK UIN Sunan Kalijaga diperlukan untuk memperkuat bidang ini.

Terpilihnya keenam akademisi dari MD UIN Sunan Kalijaga tersebut dalam kepengurusan PAMDI pusat pada masa bakti yang pertama ini tentu menjadi hal yang membanggakan. Kita semua berharap beliau-beliau mampu mengemban tugas dengan amanah dan membawa perkembangan yang positif, baik untuk PAMDI maupun MD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Author : Shofi'unnafi, M.M.