Fatimah Sabet Juara 3 di Ajang Duta GenRe Kab. Purbalingga

Dwi Fatimah Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah berhasil menempati posisi terbaik ke-3 dalam pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) tingkat Kabupaten Purbalingga tahun 2021. Pemilihan Duta GenRe merupakan program yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan tujuan untuk memfasilitasi terciptanya generasi muda, khususnya remaja yang memiliki perencanaan baik dalam hal edukasi, karir, maupun kehidupan berkeluarga.

Ajang pageant ini diselenggarakan oleh Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Anak (Dinsosdalduk KB P3A) Kabupaten Purbalingga dimulai dari tanggal 11 Januari sampai tanggal 14 Maret, terdiri dari seleksi administrasi, tes tertulis, tes substansi, seleksi wawancara, tes bakat hingga masuk ke Grand Final.

Tidak mudah untuk mengikuti setiap tahapan seleksi pemilihan Duta GenRe. Namun nothing impossible selama ada kemauan, usaha, dan doa. Dwi Fatimah yang membawa nama almamater UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta disandingkan dengan perwakilan dari PTN ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Diponegoro dan PTN lainnya. Ia mengaku sempat merasa tidak percaya diri dengan background para kompetitornya. Namun rasa itu berhasil ia tepis dengan memperbanyak ikhtiar dan doa. Dan she proved it, kualitas Mahasiswa MD mampu bersaing dengan almamater ternama lain.

You are more than you think, kerap kali mahasiswa terjebak dalam comfort zone dan membatasi dirinya melakukan sesuatu yang baru. Menurut saya, masa kuliah adalah masa yang sangat tepat untuk kita menggali potensi, mengasah kemampuan diri serta melatih skillsyang kita miliki. Di bangku kuliah saya mendapatkan ilmu tentang manajemen salah satunya tentang planning. Hal ini membuat saya tertarik untuk mengikuti ajang pemilihan Duta GenRe yang erat kaitannya dengan perencanaan.” Tutur Fatimah ketika ditanya motivasi mengikuti pageant Duta GenRe.

Dalam proses pemilihan Duta Generasi Berencana yang memakan waktu kurang lebih 2 bulan tersebut membuat Fatimah berlatih bagaimana cara menyusun strategi agar dapat maksimal pada setiap tahapan seleksi. Terutama pada tes substansi yang mengharuskan dia belajar dan mengulas materi-materi di bangku putih abu. Namun hal tersebut tidak membuatnya patah semangat karena substani materi yang ia pelajari sangat ia sukai, mulai dari materi perubahan anatomi tubuh pada remaja, peran dan fungsi orang tua serta keluarga, hingga kasus kasus kenakalan remaja. Masa transisi dari anak-anak ke masa dewasa memang masa yang sangat rawan. Sehingga Fatimah sangat bersyukur ketika dirinya bisa menjadi bagian dari Duta GenRe yang aktif memberikan edukasi serta penyuluhan kepada remaja agar berperilaku sehat serta memiliki perencanaan kehidupan yang baik di masa depan. Bagi Fatimah pandemi covid 19 bukanlah alasan untuk tidak berprogres dan menyebar kebermanfaatan. Diam di zona nyaman adalah jebakan, dan siapa yang berani bergerak dia yang akan Alloh SWT mudahkan untuk mencapai tujuan.

Editor: Shofi'unnafi, M.M.

Berita Terkait

Berita Terpopuler