Dosen dan Alumni MD Inisiasi Kuliah Online Lintas Kampus

Bayu Mitra A. Kusuma, M.AP, M.Pol.Sc (Dosen MD UIN Sunan Kalijaga) dan Ihsan Rahmat, MPA (Dosen MD IAIN Bengkulu)
Di tengah pandemik Covid-19 yang memaksa civitas akademika bekerja dan belajar dari rumah ini, dosen dituntut untuk menciptakan metode perkuliahan daring yang kreatif dan variatif sehingga memacu semangat belajar mahasiswa sekalipun tidak bertatap muka. Berpijak pada pemahaman tersebut, Bayu Mitra A. Kusuma, M.AP, M.Pol.Sc, dosen muda Prodi MD UIN Sunan Kalijaga kemudian menginisiasi adanya kuliah online lintas kampus. Inisiatif ini kemudian disampaikan pada rekannya Ihsan Rahmat, MPA yang merupakan dosen muda di Prodi MD IAIN Bengkulu sekaligus alumni Prodi MD UIN Sunan Kalijaga. Bak gayung bersambut, Ihsan menyanggupi inisiatif yang diajukan oleh Bayu tersebut.
Setelah persiapan selama sekitar dua pekan serta memohon izin pada masing-masing kaprodi, pada tanggal 9 April 2020 pukul 13:00 sampai 15:30 WIB, dengan diikuti oleh 80 mahasiswa, terlaksana sebuah kuliah online lintas kampus bertema “Sumber Daya Manusia untuk Kemanusiaan: Mengapresiasi Kiprah Tenaga Medis dalam Penanganan Covid-19” melalui media Youtube dan Whatsapp. Isu tersebut dipilih karena dua alasan: Pertama, mata kuliah yang sama-sama diampu baik Bayu maupun Ihsan pada semester ini adalah Manajemen Sumber Daya Manusia. Kedua, mereka berdua merasa punya kewajiban moral untuk mengedukasi masyarakat khususnya mahasiswa untuk mengahargai kinerja dari tenaga medis yang diibaratkan sebagai tentara putih di garis depan penanganan corona.
Dari agenda tersebut terdapat beberapa catatan penting: Pertama, pemerintah perlu dan telah memberikan kompensasi baik secara langsung atau tidak langsung kepada tenaga medis. Tentu kompensasi ini kembali lagi pada kemampuan APBN Indonesia dan APBD tiap daerah yang bervariasi. Kedua, lockdown pada dasarnya sah-sah saja, tapi untuk diterapkan Indonesia saat ini butuh pengkajian lebih mendalam karena kultur dan tingkat kedisiplinan yang berbeda. Kita bisa melihat bagaimana India sangat kewalahan kala menerapkan lockdown. Karena itu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi kebijakan yang paling realistis dipilih.
Ketiga, berbicara mengenai metode yang efektif untuk mengedukasi masyarakat maka tidak dapat dipukul rata. Di pedesaan kita dapat menggunakan local wisdom atau kearifan lokal. Beda dengan kaum urban yang jika tidak mampu maka menggunakan cara persuasif maka yang dapat digunakan adalah pendekatan hukum. Terakhir, karena Covid-19 ini belum ada vaksin dan obatnya secara pasti, maka yang dapat kita lakukan untuk membantu tenaga medis adalah turut serta dalam memutus mata rantai persebaran dengan tetap di rumah. Secara utuh materi kuliah lintas kampus tersebut dapat diakses melalui https://youtube.com/watch?v=Ny9I7M2ZjjU (materi Bayu) dan https://youtu.be/PQLIWahyUuo (materi Ihsan).
Editor: Shofi’unnafi, M.M.