Awali Ramadan dengan Inovasi: Mahasiswa Prodi MD UIN Sunan Kalijaga Siap Lahirkan Produk Berdampak
YOGYAKARTA — Bertepatan dengan hari pertama bulan suci Ramadan 1447 H yang jatuh pada 19 Februari 2026, Program Studi Manajemen Dakwah (MD), Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Praktikum Mandiri dengan mengusung tema “Transformasi Dakwah Berdampak dan Produk Berkelanjutan Melalui Peran Generasi Z.”
Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan Praktikum Mandiri, sebuah model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) di mana mahasiswa melakukan observasi langsung di lembaga sesuai dengan peminatan masing-masing, yakni Manajemen SDM, Manajemen Lembaga Keuangan Islam, serta Manajemen Haji dan Umrah.
Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya melakukan pemetaan kebutuhan lembaga, tetapi juga dituntut untuk merancang dan menghasilkan produk yang solutif, aplikatif, serta berdampak nyata bagi lembaga mitra. Produk yang dihasilkan diharapkan memiliki keberlanjutan (sustainability) serta relevansi dengan tantangan pengelolaan dakwah kontemporer.
Hadir sebagai narasumber utama, Sri Wulan Agustin, S.Sos., M.P.P., alumni Prodi Manajemen Dakwah yang kini berkarier sebagai praktisi travel haji dan umrah di PT. Moslem Travel Indonesia. Dalam pemaparannya, ia menekankan karakteristik Generasi Z sebagai digital native yang mandiri, pragmatis, kritis, memiliki gaya komunikasi singkat, serta adaptif dan fleksibel dalam memandang karier.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa Generasi Z memiliki tantangan tersendiri, seperti kecenderungan cepat bosan dan preferensi kuat terhadap keseimbangan kerja dan kehidupan (work-life balance). Menurutnya, kekuatan dan kelemahan tersebut perlu dikelola secara strategis agar mampu melahirkan produk-produk dakwah yang berdampak dan berkelanjutan.
Pada forum yang sama, Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Praktikum Mandiri merupakan wahana aktualisasi kreativitas mahasiswa. Ia menegaskan pentingnya ruang inovasi agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga agen perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi lembaga dakwah dan sosial-keagamaan.
Sementara itu, Ketua Program Studi MD, Munif Solihan, S.Sos.I., M.P.A., menyampaikan bahwa Praktikum Mandiri ini merupakan bentuk intrapreneurship di lingkungan akademik. Mahasiswa didorong untuk memiliki mental inovator di dalam institusi, mampu membaca peluang, serta menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa produk-produk terbaik yang dihasilkan mahasiswa akan didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk apresiasi dan perlindungan atas karya inovatif tersebut.
Melalui kegiatan ini, Prodi MD berharap mahasiswa mampu memadukan nilai-nilai dakwah, manajerial, dan inovasi generasi muda dalam menghasilkan transformasi yang tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.