Dosen MD Sampaikan Tausyiah Ramadhan di TV One

Dosen Prodi Manajemen Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menghiasi mimbar dakwah di layar kaca. Pada kesempatan kali ini, Dr. Okrisal Eka Putra, Lc, M.Ag menyampaikan tausyiah di program Damai Indonesiaku yang ditayangkan TV One Yogyakarta pada tanggal 29 April 2020. Tema tausyiah tersebut adalah mengenai bahaya pemikiran liberalisme dan sekularisme. Menurut Dr. Okrisal, dalam hal ini bukan berarti orang Islam tidak boleh atau dilarang membaca dan mengambil pikiran dari barat, sebab pikiran-pikiran barat juga banyak yang bagus.

Orang Islam justru harus banyak membaca pikiran dari mana saja. Namun dalam mengambil pikiran itu hendaknya dilakukan dengan kritis dan selektif. Perlu dicatat bahwa sekarang ini banyak orang menelan pemikiran barat dengan mentah-mentah. Tetapi akibatnya justru adalah timbulnya berbagai macam konflik kepentingan. Misalnya istri menuntut hak terhadap suami, suami menuntut hak terhadap istri. Buruh menuntut hak terhadap pengusaha, pengusaha menuntut hak terhadap buruhnya. Murid menuntut hak terhadap guru, guru menuntut hak terhadap murid. Rakyat menuntut hak terhadap penguasa, penguasa menuntut hak terhadap rakyat dan seterusnya.

Dr. Okrisal melanjutkan bahwa betapa indah dan mulianya Islam yang lebih menekankan kewajiban daripada menuntut hak. Suami harus melaksanakan kewajibannya terhadap istri dan sebaliknya istri harus melaksanakan kewajibannya terhadap suami. Orang tua harus melaksanakan kewajiban terhadap anak dan anak harus melaksanakan kewajiban terhadap orang tua. Guru harus melaksanakan kewajiban mendidik, mengajar, memberi teladan, menyayangi terhadap murid dan murid harus melaksanakan kewajiban hormat dan patuh terhadap guru. Pengusaha harus melaksanakan kewajiban membimbing, menyejahterakan, mencukupi kebutuhan, dan melindungi terhadap buruh-buruhnya dan buruh punya kewajiban taat, patuh, setia, menyukseskan usaha, menjaga, memelihara, dan memajukan terhadap perusahaan. Pemimpin mempunyai kewajiban melindungi, menyejahterakan, berlaku jujur, berlaku adil dan memberi teladan yang baik terhadap rakyat dan rakyat berkewajiban taat, membayar pajak, mendukung terhadap usaha-usaha pemimpin.

Jika kewajiban yang dilaksanakan dan dikembangkan maka suami akan berusaha memuliakan istri dan sebaliknya istri akan memuliakan suami. Penguasa akan melindungi, melaksanakan keadilan dan berusaha sekuat tenaga menyejahterakan rakyat. Sebaliknya rakyat akan patuh kepada pemimpin, taat melaksanakan undang-undang, taat membayar pajak dan taat melaksanakan kewajiban-kewajiban lainnya. Pengusaha akan melindungi buruhnya, meningkatkan pendapatan buruhnya, menjaga kesehatan buruhnya, memikirkan hari depan buruhnya karena itu merupakan tugas dan kewajiban pemimpin. Sebaliknya buruh akan berusaha agar perusahaanya maju dan berkembang. Semua itu seperti tersebut dalam hadits yang artinya kamu semua adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban.

Editor: Bayu Mitra A. Kusuma, M.AP, M.Pol.Sc