Meneliti Manajemen Dakwah Lansia Berbasis Kearifan Lokal: Prodi MD Laksanakan Participatory Action Reseach di Desa Mulyodadi Bantul

YOGYAKARTA -Dakwah sebagai proses penyampaian nilai-nilai Islam tidak hanya menjadi tanggung jawab generasi muda atau para da'i formal, tetapi juga dapat menjadi ruang pengabdian yang bermakna bagi kalangan lanjut usia (lansia). Di wilayah pedesaan, lansia sering kali menempati posisi penting dalam komunitas sebagai penjaga tradisi, pengingat moral, dan sumber hikmah. Mereka mewarisi pengetahuan lokal dan praktik-praktik budaya yang secara historis telah menyatu dengan nilai-nilai keislaman. Namun, dalam perkembangan zaman yang semakin cepat, peran lansia dalam dakwah kerap terpinggirkan dan belum terkelola secara sistematis.

Sementara itu, kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat pedesaan merupakan kekayaan budaya yang mengandung nilai-nilai Islam secara kontekstual. Tradisi seperti pengajian rutin, yasinan, tahlilan, nasihat adat, hingga kesenian bernuansa religius sering menjadi media dakwah yang efektif dan dekat dengan masyarakat. Lansia sebagai pelaku dan pewaris tradisi tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi agen dakwah yang mampu menyampaikan pesan keislaman secara inklusif dan membumi.

Sayangnya, belum banyak model manajemen dakwah yang secara khusus dirancang untuk mengoptimalkan peran lansia berbasis kearifan lokal. Dakwah masih cenderung dipusatkan pada pendekatan formal, top-down, dan sering tidak mempertimbangkan akar budaya masyarakat. Di sisi lain, pendekatan partisipatif yang melibatkan lansia secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dakwah masih jarang diadopsi, padahal partisipasi aktif tersebut dapat meningkatkan rasa memiliki, keberlanjutan program, serta pelestarian nilai-nilai lokal.

Berpijak pada pemahaman tersebut, Prodi Manajemen Dakwah (MD) FDK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta padahari Minggu, 24 Agustus 2025menyelenggarakanParticipatory Action Research(PAR) dengan tema “Manajemen Dakwah Lansia Berbasis Kearifan Lokal di Pedesaan: Pendekatan Partisipatif untuk Pelestarian Nilai Islam dan Budaya Komunitas”. PAR yang dipimpin oleh Aris Risdiana, M.M. ini dilakukan di Desa Mulyodadi Kabupaten Bantul, sebuah kawasan dengan angka lansia yang cukup tinggi.

PAR ini diperlukan untuk mengintegrasikan manajemen dakwah, peran lansia, kearifan lokal, dan pendekatan partisipatif sebagai satu kesatuan strategi untuk memperkuat fungsi dakwah di pedesaan. Kegiatan PAR ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman mendalam, rumusan model, dan rekomendasi implementatif yang dapat memperkuat pelestarian nilai Islam dan budaya komunitas melalui kontribusi aktif para lansia, khususnya di Mulyodadi Bantul.