Menuju Puncak Karier: Mahasiswa Manajemen Dakwah Digdaya di Dunia Keuangan Syariah
Pelaksanaan Kuliah Dosen Tamu Prodi Manajemen Dakwah
Dalam semangat transformasi keuangan Islam menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan, mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah UIN Sunan Kalijaga mendapat suntikan semangat baru. Kuliah tamu yang menghadirkan Citra Ayudiati, SE., M.Ak.Ak. sebagai narasumber, berhasil membuka mata mahasiswa akan potensi besar dan tantangan menarik di dunia keuangan syariah.
Citra Ayudiati, seorang pakar keuangan syariah, menggarisbawahi pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam bidang ini. "Indonesia memiliki potensi besar dalam industri keuangan syariah," ujarnya. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi keuangan syariah dan kurangnya diferensiasi produk masih menjadi kendala utama.
Untuk mengatasi hal ini, Citra menyarankan beberapa langkah strategis, antara lain:
- Pengembangan lembaga training center dan konsultan ekonomi syariah: Ini akan menjadi "pabrik SDM" bagi industri perbankan dan lembaga keuangan syariah.
- Pendirian sekolah tinggi ekonomi Islam: Menghasilkan sarjana yang menguasai hukum syariah dan manajemen keuangan.
- Kerjasama multilateral SDM: Belajar dari negara-negara yang sudah maju dalam pengembangan keuangan syariah.
- Forum komunikasi pelaku industri dan lembaga sertifikasi: Memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas layanan.
Selain itu juga Citra mengajak kepada mahasiswa untuk merancang kehidupan di masa depan dengan metode life mapping, mengenalkan soft skill, hard skill dan pengetahuan yang perlu dimiliki seorang mahasiswa selama kuliah sebagai modal eksis di dunia keuangan islam.
Munif Sholihan, Ketua Prodi Manajemen Dakwah UIN Sunan Kalijaga, menyambut antusias program ini. "Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya menjadi sarjana yang cerdas, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan siap menghadapi tantangan global," tegasnya.
Kuliah tamu ini menjadi momentum bagi mahasiswa Manajemen Dakwah UIN Sunan Kalijaga untuk menggali potensi diri dan berkontribusi dalam pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia. “Dengan dukungan dari para dosen yang kompeten dan kurikulum yang relevan, mereka siap menjadi pemimpin masa depan di sektor yang menjanjikan ini.” kata Munif. (kh)